Apa yang terjadi kala itu [Late Post]

Aku selalu menyalahkan diriku atas kondisi jatuh yang selalu aku alami dalam jangka waktu panjang
Hal ini sungguh sangat menggangguku, aku sadari aku bukan manusia hebat yang selalu aku banggakan didalam dunia bawah sadarku
Aku mencari, aku melangkah, aku berjuang untuk merubah segala yang ada pada diriku
Aku bukan manusia yang hidup di masa lalu, hidupku adalah apa yang ada di hadapanku dan untuk kehidupan indah yang ada di masa depanku

Aku mungkin tak jarang menghinakan diriku sendiri, aku mungkin tak jarang memandang rendah diri ini
Bahkan ketika masa itu datang, masa ketika aku yakin segala hal akan berjalan lancar, masa ketika sesuatu telah membuatku menciptakan dunia harapan baru didalam imajinasiku
Hal itu, datang bagai ilusi… Ya aku menyadari itu isuli, setidaknya aku harus menyadarinya…
Aku, yang sedang bodoh, aku yang sedang dalam kondisi tidak tau terperangkan dalam ilusi yang kubuat sendiri

Kalau kau memang menyadari kobodohanmu, kenapa kau ingkari pesan-pesan masa lalu yang seharusnya menjadi salah satu karakter pembentuk kepribadianmu

Kau terlalu polos untuk mengulang beberapa potongan masa lalumu, yang mungkin secara tidak sadar telah kau buang jauh-jauh…
Kau terlalu polos untuk mengerti bahwa masa lalu diciptakan untuk memberikan pelajaran pada kita di masa yang akan datang

Lalu kenapa kau buang seluruh masa itu, seakan kau tidak memiliki masa itu. Seakan kau orang baru yang menikmati hamparan rerumputan luas nah indah, sedangkan kau tau… Kau telah terbiasa dengan tempat itu, dan kau juga tau jebakan-jebakan dan hewan buas yang menunggu disana.

Dan, biarkan kini kutenggelam di dalam duniaku yang tanpa arah. Aku tak tau harus kubawa kemana kini langkah ini. Aku terjebak diantara hati yang ingin pergi dan keinginan kuat untuk tetap tinggal.
Seandainya hari itupun kembali, akan dengan lantang aku katakan. Bahwa segalanya tak akan lagi pernah sama. Karena sesuatu telah merubahnya, merubah kata tulus itu menjadi sebuah perjuangan yang seakan tak bermakna. Bukan karena hal itu salah. Tapi, karena kebodohan yang sebenarnya tak perlu dilakukan.

Lalu… Pergilah bersama angin, yakinlah dia akan membawamu terbang dan menemukan ranting-ranting┬ápohon baru sebagai tempat berpijak. Hidup itu indah, matahari memang pergi. Tapi yakinlah esok dia akan datang kembali membawa harapan baru.

#Agoes

Advertisements